Wednesday, November 16, 2011

Efek Refleksi

Final Result
Final Result
Final Result
Final Result
Refleksi yang sering kita lihat pada sebuah objek, seringkali memberikan kesan elegan pada objek tersebut. Dengan Photoshop, kita bisa membuat efek refleksi pada sebuah benda dengan sangat mudah. Bagaimana caranya?, cekidot langkah-langkah pembuatannya di bawah ini :
1). As usually, buka dulu Adobe Photoshop-nya. Kali ini saya pake Adobe Photoshop CS3 (berhubung yang CS4 ngadat gak bisa dipake), tapi efek ini bisa dibuat dalam Photoshop versi berapa pun.
Adobe Photoshop CS3
Adobe Photoshop CS3
2). Kali ini objek yang akan digunakan adalah sebuah gelas. Sumber gambar dapat anda dapatkan disini (moga-moga tidak ada hak ciptanya :D ) : http://tingdongwok.blogdetik.com/files/2011/02/gelas-anggur2.jpg
Gelas
Gelas
3). Buka gambar tersebut (Ctrl + O) atau klik pada bagian menu : File | Open
Buka Gambar
Buka Gambar di Photoshop
4). Setelah gambar gelas telah berada di ruang lingkup pengerjaan Photoshop, maka secara otomatis gambar tersebut akan menjadi layer Background di Photoshop. Dan selalu ingat bahwa, layer Background tidak dapat kita otak-atik, sebelum kita menjadikannya layer biasa. Sebuah layer tidak dapat di otak-atik, jika di layer tersebut terdapat sebuah simbol gembok, seperti yang terlihat pada layer Background tersebut.
Gambar gelas sudah berada di area pengerjaan Photoshop



5). Layer Background telah berubah menjadi layer biasa (layer gelas), saatnya kita mulai mengolah gambar tersebut. Coba perhatikan gambar gelas tersebut!, gambar gelas tersebut mempunyai ukuran canvas yang terlalu nge-pas, padahal kita butuh setidaknya ada space (ruang) lebih, terutama pada bagian bawahnya, dimana kita akan membuat efek refleksi pada bagian bawah tersebut. Lihat gambar berikut untuk lebih jelasnya.

6). Oleh karena tidak adanya ruang untuk melakukan efek refleksi pada gelas tersebut, maka kita harus membuat area pengerjaan baru dengan ukuran canvas yang tentunya lebih besar (terutama pada bagian bawahnya). Namun sebelum kita melakukan hal tersebut, kita harus menghapus warna putih pada background gambar gelas tersebut.

Magic Wand Tool merupakan sebuah tool yang digunakan untuk menyeleksi warna yang seragam/sama pada sebuah gambar. Sedangkan opsi Contiguous merupakan sebuah opsi yang digunakan agar penyeleksian dibatasi oleh sebuah bentuk yang mempunyai warna yang berbeda. Untuk lebih mengerti, coba kita bandingkan penggunaan Magic Wand Tool dengan opsi Contiguous dan tanpa opsi Contiguous.
Setelah kita menyeleksi warna putih yang menjadi warna background pada gambar tersebut dengan Magic Wand Tool dan opsi Contiguous, langkah selanjutnya adalah menghapus warna tersebut (ketika penyeleksian masih aktif), dengan cara tekan tombol Delete pada keyboard komputer kita.
Kenapa kita harus menghapus warna putih tersebut?, hal itu dikarenakan ketika nanti kita akan membuat efek refleksi pada gelas tersebut, warna putih tersebut nantinya akan menghalangi-nya (ingat bahwa gelas dan warna putih yang menjadi background tersebut adalah satu kesatuan). Untuk lebih mengerti konsepnya, perhatikan terus secara seksama pengerjaan efek refleksi ini.
7). Langkah selanjutnya adalah membuat area pengerjaan baru dengan ukuran canvas yang lebih besar dibandingkan dengan ukuran canvas pada gambar gelas tersebut. Ada dua cara untuk melakukan itu, yaitu membuat layer baru dengan ukuran yang lebih besar atau membuat dokumen baru dengan ukuran canvas yang lebih besar dibandingkan gambar gelas tersebut.
Cara I
Buat layer baru dengan ukuran canvas yang lebih besar dibandingkan dengan ukuran canvas gambar gelas.
 


Untuk lebih memahami Foreground Color dan Background Color di Photoshop, bisa dibaca juga postingan ini :
Membuat Pinggaran Foto
Cara II
Cara yang kedua, kita bisa lakukan dengan cara membuat area pengerjaan yang baru.


8). Diantara kedua cara diatas, pilihlah cara yang menurut anda mudah untuk dikerjakan. Untuk pengerjaan efek ini, saya menggunakan cara yang pertama.
9). Langkah berikutnya adalah membuat duplikasi (penggandaan) dari gambar gelas tersebut.
10). Putar secara Flip Vertikal (putar 180 derajat secara vertikal), agar gambar gelas yang berada di layer gelas copy (pastikan kita berada pada layer gelas copy) mempunyai bentuk yang terbalik dengan gambar gelas pada layer gelas.
 

11). Tarik gambar gelas hasil duplikasi yang telah kita balikkan sebesar 180 derajat ke arah bawah sampai ujung dari kaki gelas hasil duplikasi bertemu dengan ujung kaki gelas pada layer gelas.

12). Sampai tahapan ini, kita pasti sudah mengetahui mengapa kita melakukan duplikasi dari gambar gelas tersebut. Yups, karena gambar hasil dari duplikasi tersebut akan kita gunakan sebagai gelas yang menjadi refleksi bagi gelas yang ada di atasnya. Langkah selanjutnya adalah mengaburkan gambar gelas yang berada di bawah. Hal ini dikarenakan, jika kita melihat suatu benda mengalami refleksi maka makin ke bawah, bagian dari benda tersebut semakin tidak terlihat (mengalami pengaburan – blur). Oleh karena itu kita akan menggunakan efek masking pada gambar gelas hasil duplikasi.

13). Setelah itu, kita bisa menggunakan efek masking pada gambar gelas hasil duplikasi yang berada pada layer gelas copy. Untuk melakukan efek masking pada gelas hasil duplikasi tersebut, kita akan menggunakan Gradient Tool.


14). Dengan menggunakan Gradient Tool tersebut, tarik dari atas ke bawah pada bagian gambar gelas hasil duplikasi (di kira-kira), sampai efeknya terlihat seperti ini :

Konsep Masking
- Masking digunakan untuk menutupi sebagian atau seluruh objek yang ada dalam sebuah gambar;
- Warna hitam dalam masking berfungsi sebagai bagian yang bisa menutupi dan warna putih sebaliknya. Lihat gambar layer di bawah ini :


Untuk lebih mengetahui fungsi dari mask, silahkan baca juga postingan saya yang lain mengenai  Photoshop :
Introvert Color
15). Agar kelihatan semakin realistis, kita dapat menggunakan efek seperti gelombang pada gelas hasil duplikasi tersebut.




16). Kalau kita perhatikan, jika sebuah benda mengalami refleksi, misalnya kita ambil contoh gambar gelas diatas yang mengalami refleksi, maka biasanya selain gambar refleksi di bawahnya agak bergelombang, juga kelihatan blur. Oleh karena itu, saya menambahkan efek blur pada gambar gelas hasil duplikasi.


17). Agar lebih variatif, tambahkan text pada gambar hasil refleksi tersebut.
Hasil Akhir :
Final Result
Hasil Akhir - 1
Final Result
Hasil Akhir - 2

efek selektip

1. Buka foto berwarna anda di photoshop
2. Tambahkan adjustment layer (lokasi ada di pojok kanan bawah) -> pilih channel mixer
3. Dipanel adjustment yang baru muncul, centang di kotak “monochrome” lalu masukkan besaran seperti ditunjukkan dibawah ini:

4. Foto anda akan berubah jadi hitam putih:

5. Pilih foreground hitam: pencet X di keyboard anda

7. Aktifkan brush, pencet B di keyboard anda. Lalu mulailah sapukan brush di area yang ingin dikembalikan warnanya (saya mulai dari menyapukan brush di balon yang dipegang anak)

8. Agar sapuan brush anda tidak “meluber” kemana-mana, perbesar (zoom in) foto. Atau anda juga bisa mengubah-ubah ukuran brush. Pencet ctrl+[ (memperkecil ukuran brush) atau ctrl+] (memperbesar brush) sehingga sapuan anda lebih halus dan presisi. Proses mengembalikan warna ini memang paling lama dan membutuhkan kesabaran. Setelah selesai simpan hasil akhirnya.
Oke ini hasil akhirnya:

selamat mencoba.

Saturday, July 30, 2011

PEMISAHAN CAMPURAN

PEMISAHAN CAMPURAN

Top of Form
A. PENGERTIAN CAMPURAN DAN KLASIFIKASINYA
Bottom of Form
Top of Form
Campuran adalah materi yang terdiri atas dua macam zat atau lebih dan masih memiliki sifat-sifat zat asalnya. Jika kita mencampur minyak dengan air, terlihat ada batas di antara kedua cairan tersebut. Jika kita mencampur dengan alkohol, batas antara keduanya tidak terlihat. Minyak dan air membentuk campuran heterogen.
Campuran heterogen adalah campuran yang tidak serbasama, membentuk dua fasa atau lebih, dan terdapat batas yang jelas di antara fasa-fasa tersebut. Alkohol dan air membentuk campuran homogen. Campuran homogen adalah campuran yang serbasama di seluruh bagiannya dan membentuk satu fasa.
Contoh campuran heterogen : 
* campuran tepung beras dengan ir,
* campuran kapur dengan pasir,
* campuran serbuk besi dengan karbon.
Contoh campuran homogen :
* campuran gula atau garam dapur dengan air,
* air teh yang sudah disaring,
*campuran gas di udara.
Campuran homogen biasa disebut larutan.
Larutan adalah campuran homogen antara zat terlarut (solute) dan zat pelarut (solvent). Larutan dapat berwujud padat, cair, dan gas.
1.      Larutan berwujud padat. Larutan berwujud padat biasa ditemukan pada paduan logam. contohnya, kuningan yang merupakan paduan seng dan tembaga.
2.      Larutan berwujud cair. Contohnya, larutan gula dalam pelarut air.
3.      Larutan dalam wujud gas. Contohnya, udara yang terdiri atas bermacam-macam gas, diantaranya adalah nitrogen, oksigen, dan karbon dioksida
Bottom of Form


B. METODE PEMISAHAN CAMPURAN
Top of Form
Metode pemisahan merupakan suatu cara yang digunakan untuk memisahkan atau memurnikan suatu senyawa atau skelompok senyawa yang mempunyai susunan kimia yang berkaitan dari suatu bahan, baik dalam skala laboratorium maupun skala industri. Metode pemisahan bertujuan untuk mendapatkan zat murni atau beberapa zat murni dari suatu campuran, sering disebut sebagai pemurnian dan juga untuk mengetahui keberadaan suatu zat dalam suatu sampel (analisis laboratorium).
Berdasarkan tahap proses pemisahan, metode pemisahan dapat dibedakan menjadi dua golongan, yaitu metode pemisahan sederhana dan metode pemisahan kompleks.
Metode Pemisahan Sederhana
Metode pemisahan sederhana adalah metode yang menggunakan cara satu tahap. Proses ini terbatas untuk memisahkan campuran atau larutan yang relatif sederhana.
Metode Pemisahan Kompleks
Metode pemisahan kompleks memerlukan beberapa tahapan kerja, diantaranya penambahan bahan tertentu,pengaturan proses mekanik alat, dan reaksi-reaksi kimia yang diperlukan. Metode ini biasanya menggabungkan dua atau lebih metode sederhana. Contohnya, pengolahan bijih dari pertambangan memerlukan proses pemisahan kompleks.
Keadaan zat yang diinginkan dan dalam keadaan campuran harus diperhatiakn untuk menghindari kesalahan pemilihan metode pemisahan yang akan menimbulkan kerusakan hasil atau melainkan tidak berhasil. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan antara lain :
1.      Keadaan zat yang diinginkan terhadap campuran, apakah zat ada di dalam sel makhluk hidup, apakah bahan terikat secara kimia, dan sebagainya.
2.      Kadar zat yang diinginkan terhadap campurannya, apakah kadarnya kecil atau besar.
3.      Sifat khusus dari zat yang diinginkan dan campurannya, misalnya zat tidak tahan panas, mudah menguap, kelarutan terhadap pelarut tertentu, titik didih, dan sebagainya.
4.      Standar kemurnian yang diinginkan. Kemurnian 100% memerlukan tahap yang berbeda dengan 96%.
5.      zat pencemar dan campurannya yang mengotori beserta sifatnya.
6.      Nilai guna zat yang diinginkan, harga, dan biaya proses pemisahan.
Bottom of Form


C. DASAR-DASAR METODE PEMISAHAN
Top of Form
Suatu zat dapat dipisahkan dari campurannya karena mempunyai perbedaan sifat. Hal ini dinamakan dasr pemisahan. Beberapa dasar pemisahan campuran antara lain sebagai berikut :
1.      Ukuran partikel
Bila ukuran partikel zat yang diinginkan berbeda dengan zat yang tidak diinginkan (zat pencmpur) dapat dipisahkan dengan metode filtrasi (penyaringan). jika partikel zat hasil lebih kecil daripada zat pencampurnya, maka dapat dipilih penyring atau media berpori yang sesuai dengan ukuran partikel zat yang diinginkan. Partikel zat hasil akan melewati penyaring dan zat pencampurnya akan terhalang.
2.      Titik didih
Bila antara zat hasil dan zat pencampur memiliki titik didih yang jauh berbeda dapat dipishkan dengan metode destilasi. Apabila titik didih zat hasil lebih rendah daripada zat pencampur, maka bahan dipanaskan antara suhu didih zat hasil dan di bawah suhu didih zat pencampur. Zat hasil akan lebih cepat menguap, sedangkan zat pencampur tetap dalam keadaan cair dan sedikit menguap ketika titik didihnya terlewati. Proses pemisahan dengan dasar perbedaan titik didih ini bila dilakukan dengan kontrol suhu yang ketat akan dapat memisahkan suatu zat dari campuranya dengan baik, karena suhu selalu dikontrol untuk tidak melewati titik didih campuran.
3.      Kelarutan
Suatu zat selalu memiliki spesifikasi kelarutan yang berbeda, artinya suatu zat selalu memiliki spesifikasi kelarutan yang berbeda, artinya suatu zat mungkin larut dalam pelarut A tetapi tidak larut dalam pelarut B, atau sebaliknya. Secara umum pelarut dibagi menjadi dua, yaitu pelarut polar, misalnya air, dan pelarut nonpolar (disebut juga pelarut organik) seperti alkohol, aseton, methanol, petrolium eter, kloroform, dan eter.
Dengan melihat kelarutan suatu zat yang berbeda dengan zat-zat lain dalam campurannya, maka kita dapat memisahkan zat yang diinginkan tersebut dengan menggunakan pelarut tertentu.
4.      Pengendapan
Suatu zat akan memiliki kecepatan mengendap yang berbeda dalam suatu campuran atau larutan tertentu. Zat-zat dengan berat jenis yng lebih besar daripada pelarutnya akan segera mengendap. Jika dalam suatu campuran mengandung satu atau beberapa zat dengan kecepatan pengendapan yang berbeda dan kita hanya menginginkan salah satu zat, maka dapat dipisahkan dengan metode sedimentsi tau sentrifugsi. Namun jika dalm campuran mengandung lebih dari satu zat yang akan kita inginkan, maka digunakan metode presipitasi. Metode presipitasi biasanya dikombinasi dengan metode filtrasi.
5.      Difusi
Dua macm zat berwujud cair atau gas bila dicampur dapat berdifusi (bergerak mengalir dan bercampur) satu sama lain. Gerak partikel dapat dipengaruhi oleh muatan listrik. Listrik yang diatur sedemikian rupa (baik besarnya tegangan maupun kuat arusnya) akan menarik partikel zat hasil ke arah tertentu sehingga diperoleh zat yang murni. Metode pemisahan zat dengan menggunakan bantuan arus listrik disebut elektrodialisis. Selain itu kita mengenal juga istilah elektroforesis, yaitu pemisahan zat berdasarkan banyaknya nukleotida (satuan penyusun DNA) dapat dilakukan dengan elektroforesis menggunakan suatu media agar yang disebut gel agarosa.
6.     Adsorbsi 
Adsorbsi merupakan penarikan suatu zat oleh bahan pengadsorbsi secara kuat sehingga menempel pada permukaan dari bahan pengadsorbsi. Penggunaan metode ini diterapkan pada pemurnian air dan kotoran renik atau organisme.



D. JENIS-JENIS METODE PEMISAHAN
Top of Form
  1. Filtrasi
    Filtrasi atau penyaringan merupakan metode pemisahan untuk memisahkan zat padat dari cairannya dengan menggunakan alat berpori (penyaring). Dasar pemisahan metode ini adalah perbedaan ukuran partikel antara pelarut dan zat terlarutnya. Penyaring akan menahan zat padat yang mempunyai ukuran partikel lebih besar dari pori saringan dan meneruskan pelarut.
    Proses filtrasi yang dilakukan adalah bahan harus dibuat dalam bentuk larutan atau berwujud cair kemudian disaring. Hasil penyaringan disebut filtrat sedangkan sisa yang tertinggal dipenyaring disebut residu. (ampas).
    Metode ini dimanfaatkan untuk membersihkan air dari sampah pada pengolahan air, menjernihkan preparat kimia di laboratorium, menghilangkan pirogen (pengotor) pada air suntik injeksi dan obat-obat injeksi, dan membersihkan sirup dari kotoran yang ada pada gula. Penyaringan di laboratorium dapat menggunakan kertas saring dan penyaring buchner. Penyaring buchner adalah penyaring yang terbuat dari bahan kaca yang kuat dilengkapi dengan alat penghisap.
  2. Sublimasi
    Sublimasi merupakan metode pemisahan campuran dengan menguapkan zat padat tanpa melalui fasa cair terlebih dahulu sehingga kotoran yang tidak menyublim akan tertinggal. bahan-bahan yang menggunakan metode ini adalah bahan yang mudah menyublim, seperti kamfer dan iod.
  3. Kristalisasi
    Kristalisasi merupakan metode pemisahan untuk memperoleh zat padat yang terlarut dalam suatu larutan. Dasar metode ini adalah kelarutan bahan dalam suatu pelarut dan perbedaan titik beku. Kristalisasi ada dua cara yaitu kristalisasi penguapan dan kristalisasi pendinginan.
    Contoh proses kristalisasi dalam kehidupan sehari-hari adalah pembuatan garam dapur dari air laut. Mula-mula air laut ditampung dalam suatu tambak, kemudian dengan bantuan sinar matahari dibiarkan menguap. Setelah proses penguapan, dihasilkan garam dalam bentuk kasar dan masih bercampur dengan pengotornya, sehingga untuk mendapatkan garam yang bersih diperlukan proses rekristalisasi (pengkristalan kembali)
    Contoh lain adalah pembuatan gula putih dari tebu. Batang tebu dihancurkan dan diperas untuk diambil sarinya, kemudian diuapkan dengan penguap hampa udara sehingga air tebu tersebut menjadi kental, lewat jenuh, dan terjadi pengkristalan gula. Kristal ini kemudian dikeringkan sehingga diperoleh gula putih atau gula pasir.
  4. Destilasi
    Destilasi merupakan metode pemisahan untuk memperoleh suatu bahan yang berwujud cair yang terkotori oleh zat padat atau bahan lain yang mempunyai titik didih yang berbeda. Dasar pemisahan adalah titik didih yang berbeda. Bahan yang dipisahkan dengan metode ini adalah bentuk larutan atau cair, tahan terhadap pemanasan, dan perbedaan titik didihnya tidak terlalu dekat.
    Proses pemisahan yang dilakukan adalah bahan campuran dipanaskan pada suhu diantara titik didih bahan yang diinginkan. Pelarut bahan yang diinginkan akan menguap, uap dilewatkan pada tabung pengembun (kondensor). Uap yang mencair ditampung dalam wadah. Bahan hasil pada proses ini disebut destilat, sedangkan sisanya disebut residu.
    Contoh destilasi adalah proses penyulingan minyak bumi, pembuatan minyak kayu putih, dan memurnikan air minum.
  5. Ekstraksi
    Ekstraksi merupakan metode pemisahan dengan melarutkan bahan campuran dalam pelarut yang sesuai. Dasar metode pemisahan ini adalah kelarutan bahan dalam pelarut tertentu.
  6. Adsorbsi
    Adsorbsi merupakan metode pemisahan untuk membersihkan suatu bahan dari pengotornya dengan cara penarikan bahan pengadsorbsi secara kuat sehingga menempel pada permukaan bahan pengadsorbsi. Penggunaan metode ini dipakai untuk memurnikan air dari kotoran renik atau mikroorganisme, memutihkan gula yang berwarna coklat karena terdapat kotoran.
  7. Kromatografi
    Kromatografi adalah cara pemisahan berdasarkan perbedaan kecepatan perambatan pelarut pada suatu lapisan zat tertentu. Dasar pemisahan metode ini adalah kelarutan dalam pelarut tertentu, daya absorbsi oleh bahan penyerap, dan volatilitas (daya penguapan). Contoh proses kromatografi sederhana adalah kromatografi kertas untuk memisahkan tinta. 






E. PEMANFAATAN METODE PEMISAHAN
Pada proses pemisahan suatu campuran ada yang memerlukan metode pemisahan, ada pula yang dikombinasi lebih dari saru jenis metode. Berikut ini beberapa contoh pemanfaatan metode pemisahan dengan menggunakan metode pemisahan tertentu.
Pemurnian Garam Dapur 
Air laut banyak mengandung mineral terutama garam dapur (NaCl). Petani garam dapur memisahkan garam dapur dengan menjemur air laut pada sebuah bangunan yang datar dan lapang. Garam yang diperoleh, kemudian diolah di industri untuk dicuci dan ditambah iodium. 
Pemurnian Air Minum
Air adalah sumber kehidupan. Air selalu diperlukan dalam setiap bidang kehidupan kita.bagi penduduk Indonesia, tidak sulit untuk mendapatkan air tawar, namun di daerah timur tengah sulit untuk mendapatkan air tawar. Mereka melakukan penyulingan (destilasi) untuk memperoleh air tawar secara besar-besaran.
1.     Berikut ini merupakan tujuan pemisahan campuran, kecuali ....
a. memperoleh zat murni
b. mengetahui suatu zat dalam sampel
c. mendapatkan zat yang berguna
d. memperoleh zat yang langka
  1. Campuran dua zat yang berbeda ukuran partikelnya sangat tepat dipisahkan dengan metode ....
    a. filtrasi
    b. destilasi
    c. kromatografi
    d. sublimasi
  2. Alkohol dan air merupakan dua zat yang berbeda titik didihnya. Alkohol titik didihnya lebih rendah sehingga bila didestilasi alkohol akan ....
    a. habis terlebih dahulu dan air tetap.
    b. habis belakangan setelah air menguap seluruhnya.
    c. menguap lebih sedikit daripada air
    d. menguap lebih banyak daripada air.
  3. Berikut ini merupakan hal-hal yang berkaitan dengan sublimasi, kecuali ....
    a. pemisahan campuran dengan menguapkan zat padat
    b. biasanya untuk pemisahn bahan yang mudah menyublim
    c. pemisahan dengan melalui fase cair terlebih dahulu
    d. untuk memperoleh kamfer dan iod.
  4. Berikut ini yang bukan merupakan syarat bahan yang dapat dipisahkan dengan cara destilasi adalah ....
    a. dalam bentuk larutan / cair
    b. dalam bentuk gas
    c. titik didihnya berjauhan
    d. tahan panas
  5. Untuk memperoleh zat-zat yang terdapat dalam tumbuh-tumbuhan kita dapat menggunakan metode ekstraksi ....
    a. sederhana
    b. kompleks
    c. pelarut
    d. ganda
  6. Metode pemisahan campuran secara ekstraksi didasarkan pada ....
    a. ukuran partikel
    b. pengendapan
    c. kelarutan
    d. titik didih
  7. Salah satu penerapan metode adsorbsi adalah pada proses ....
    a. pemurnian air dari mikroorganisme
    b. pemurnian logam
    c. pemurnian garam dapur
    d. pemurnian mineral
  8. Pemurnian garam dapur dilakukan melalui tiga tahap utama, yaitu ....
    a. filtrasi-melarutkan-kristalisasi
    b. melarutkan-filtrasi-kristalisasi
    c. melarutkan-kristalisasi-filtrasi
    d. filtrasi-kristalisasi-melarutkan
  9. Kromatografi merupakan metode pemisahan campuran yang berdasarkan pada beberpa hal berikut ini, kecuali ....
    a. kelarutan dalam pelarut tertentu
    b. daya absorbsi bahan penyerap
    c. volatilitas
    d. ukuran partikel
Jawaban dari latihan soal
1.     D
2.     A
3.     A
4.     C
5.     B
6.     C
7.     C
8.     A
9.     B
10. C
Bottom of Form
Bottom of Form