Selasa, 08 Desember 2009

sejarah singkat nabi Muhammad SAW_29maret08jam13.30_karima PLB07

Sejarah Ringkas Nabi Muhammad SAW



1. SEJARAH
RINGKAS
1. sejarah
ringkas

mekah pada zaman kuno terletak di
garis lalu lintas perdagangan antara Yaman (Arabia Selatan) dan Syam dekat
Lautan Tengah, kedua Negara ini pada Zaman dahulu telah mecapai peradaban yang
tinggi dan di hubungkan oleh beberapa negeri-negeri kecil antara lain mekah. Di pandang dari segi geografis,kota mekah
hamper terletak di tengah- tengah jazirah Arabia. Oleh karena itu,
kabilah-kabilah Arab dari setgala penjuru negeri tidaklah sulit mencapai mekah
ini,seperti halnya juga penduduk kota mekah ,tidaklah amat sukar mereka
pergi ke negara –negara tetangganya
seperti Syam,Hirah dan Yaman./ tidaklah mengherankan jika semangat dagang
berkembang di kalangan penduduk mekah.

Dalam kota mekah itu terdapat
rumah suci yang di sebut baitullah atauKa’bah. Bangsa Arab pada umumnya amat
memuliakan tempat suci ini. Pembinaan Baitullah ini menurut sejarah Islam di
lakukan oleh nabi Ibrahim AS bersma puteranya ismail As . Ismail kemudian
menikah dengan orang mekah dari suku Jurhum yang berasal dari Yaman dan terus
menerus menetap di kota ini turun menurun. Keturunan Nabi Ismail ini di sebut
dengan Banu Ismail atau Adnaniyyun.

Pada waktu bendungan besar
di Ma’rib di Arabia Selatan pecah dan menimbulkan mala petaka yang besar pada
penduduknya,maka kabilah-kabilah Arab Selatan ini berbondong-bondong
meninggalkan daerahnya menuju ke arah Utara. Di antara mereka satu rombongan
yang di pimipin oleh Harits bin ‘Amir yang bergelar khuza’ah berpindah menuju
mekah ; mereka berhasil mengalahkan penduduk mekah (suku Jurhum) dan seterusnya
menjadi penguasa atas negeri ini turun menurun.

Dalam masa pemerintahan
Khuza’ah inilah Banu Ismail berkembang biak dan berangsur-angsur mereka
meninggalkan negeri ini bertebaran ke pelosok –pelosok jazirah Arab. Hanya yang
tinggal di kota ini dari Banu Ismail ialah suku Quraisy, mereka sama sekali tak
punya kekuasaan atas kota mekah ini dan juga atas Ka’bah.

Kira-kira abad ke 5 M.
Seorang pemimpin kabilah Quraisy yang bernama Qushai telah berhasil merebut
kekuasaan kota mekah dari tangan kaum Khuza’ah, setelah mereka berabadabad
lamanya menguasai kota mekah. Kekuasaan yang di rebutnya itu meliputi bidang
pemerintahan dan keagamaan. Denagn demikian Qushai menjadi pemimpin agama dan
pemerintahan kota mekah.

Di bidang pemerintahan
Qushai meletakan dasar-dasar demokrasi . dia membagi-bagi kekuasaan antara
pemimpin Quraisy. Untuk tempat bermusyawarah para pemimpin itu di bangunkan
balai permusyawaratan”Daarunnadwah”. Di tempat inilah mereka membahas dan
memecahkan segala persoalan-persoalan yang timbul dalam masyarakat. Ketua dari
balaiini adalah Qushai sendiri. Kekuasaan dan kepemimpinan Qushai atas nama
kota mekah ini mendapatkan dukungan dari segenap kabilah Arab.

Masa selanjutnya,pertumbuhan kota mekah dengan organisasi yang sederhana
itu,lebih-lebih sesudah kerajaan
Himyariah di Arabia Selatan mulai runtuh kira-kira pada permulaan abad ke 6 M.
Kesadaran bahwa kepentingan kota mekah harus lebih di dahulukan daripada
kepentingan sendiri,sudah pula tumbuh pada penduduk mekah. Segala sengketa
antara mereka selalu dapat di selesaikan secara damai. Mereka menghindari
terjadinya pertumpahan darah di daerah ota mekah,karena hal itu dapat menodai
kesucian kota itu yang sudah terjadi kepercayaan sejak berabad-abad lau. Selain
dari pada itu.merekapun sanagat berkepentingan akan ketentraman kota mekah ini.
Setiap tahun pada buan-bulan haji bangsa Arab dari segala penjuru datang
berkunjung ke mekah ini sebagai kewajiban agama. Tidak sedikit keuntungan penduduk
mekah dari hasil kunjungan keagamaan ini. Kunjungan itu berjalan lancar
bilamana keadaan kota selalu aman dan tentram serta kesuciaanya senantiasa di
pelihara. Kaum Quraisylah yang di beri kepercayaan oleh bangsa Arab untuk
menjaga kesucian dan keamanan kota mekah ini.

Mengenai keagamaan, sejak
Qushai berhasil menggulingkan kekuasaan orang-orang Khuza’ah,dialah yang
memegang pimpinan agama. Bangsa Arab mengakui bahwa hak pemeliharaan atas
ka’bah dari orang – orang khuza’ah ,segera di benarkan dan di akui oleh
bangsa-bangsa Arab ,karena Qushai adalah keturunan Nabi Ismail AS dengan
demikian hanya dialah yang berhak menjaga , mebuka dan menutupo pintu ka’bah
serta memipin upacara kebaktian terhadap rumah suci itu, setelah Qushai
meninggal ,pimipinan upacara atas ka’bah di lanjutkan oleh keturunannya.



2. Kelahiran nabi muhammad s.a.w

Dikala umat manusia dalam kegelapan dan kehilangan
pegangan hidupnya,maka lahirlah ke dunia dari keluarga yang sederhana ,di kota
mekah ,seorang bayi yang kelak membawa perubahan besar bagi sejarah peradaban
dunia. Bayi itu yatim; bapaknya bernama Abdullah meninggal +_ 7 bulan.sebelum
bayi itu lahir. Kehadiran bayi itu di sambut oleh neneknya Abdul muththalib dengan penuh suka cita an kasih sayang,kemudian
bayi itu di bawa ke kaki ka’bah. Di tempat suci inilah bayi itu di beri nama
muhammad suatu nama yang belum pernah ada sebelumnya. Menurut penanggalan para
ahli,kelahiran nabi muhammad itu pada tanggal 12 Rabiulawal tahun Gajah atau 20
april tahun 571 M.

Adapun sebab di namakan tahun Gajah,karena pada
tahun itu kota mekkah di serang oleh pasukan tentara Nasrani yang kuat di bawah
pimpinan Abrahah,Gubernur dari
kerajaan Nasrani Abessinia . pada waktu itu Abrahah berkendaraan gajah. Belum
lagi maksud mereka tercapai,mereka sudah di hancurkan oleh Alloh SWT dengan
mengirimkan burung ababil. Oleh
karena itu,pasukan itu memepergunakan pasukan Gajah . maka pada tahun itu di
sebut Tahun Gajah.

Nabi muhammada SAW adalah keturunan dari Qushai
pahlawan suku Quraisy yang telah berhasil menggulingkan kekuasaan Khuza’ah atas
kota mekah. Ayahnya bernama Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasym bin Abdul
manaf binQushai bin kilad bin Murrah dari golongan bani ismail. Ibunya bernama
Aminah binti Wahab bin Abdulmanaf binZuhrah bin kilab bin murrah,dan disinilah
silsialah keturunan ayah ibu bertemu .

Sudah menjadi kebiasaan pada orang-orang Arab kota
mekah,terutama pada orang-orang yang berketurunan bangsawan ,menyusukan dan
menitipkan bayi mereka pada wanita badiyah (dusun di padang pasir) agar bayi-bayi
itu dapat menghirup udara-udara segar,terhindar dari penyakit-penyakit kota dan
bahasa mereka murni dan fasih. Demikianlah muhammad SAW di serahkan kepada Halimah Sa’diyah dari
Bani Sa’ad inilah Nabi muhammad SAW di asuh dan di besarkan sampai usia lima
tahun.







c. kematian Ibu dan Nenek.

Sesudah lima tahun, muhammad SAW diantarkannya
kembali ke Ibunya,Siti Aminah . setahun kemudian , ibunya membawa Nabi SAW ke
madinnah, bersama-sama dengan Ummu Aiman, sahaya yang di tinggalkan ayahnya.
Maksud membawa Nabi ke Madinnah ini, pertama untuk memperkenalkan ia kepada
keluarga Neneknya Bani Najjar dan menjiarahi makam ayahnya. Maka di situ pula
di perlihatkan kepadanya rumah tempat ayahnya di rawat sampai meninggal ; demikian mengharukan ceritanya .
sampai ketika Nabi di angkat menjadi Rasul pun ,peristiwa itu tetap di
sebut-sebutnya.

Mereka tinggal sekitar 1 bulan,di perjalanan
pulang ke mekah.di suatu tempat ,Abwa’ namanya tiba-tiba Aminah jatuh sakit dan
meninggal di situ juga( Abwa’ ialah nama sebuah desa yang terletak antara
madinah dan Juhfah,kira-kira sejauh 23 mil di sebelah selatan kota madinah )

Setelah pemakaman Ibunya,nabi meninggalkan kampung
Abwa’ dan kembali ke mekah bersama-sama dengan neneknya Abdul Muththalib.

Di sinilah nabi di asuh sendiri oleh neneknya
dengan penuh kecintaan. Usia Abdul muththalib waktu itu mendekati 80an. Dia
adalah pemuka Quraisy yang di segani, terhormat oleh segenap kaumnya,
disebabkan kasih sayang neneknya, Abdul muththalib, muhammad SAW dapat hiburan
dan dapat melupakan kemalangan nasibnya, berselang 2 tahun, neneknya meninggal
pula.pada saat usia nabi Muhammad 8 tahun. Sesuai dengan wasiat Abdul
muththalib,maka nabi muhammad SAW di asuh oleh pamannya Abu Thalib.



d.pengalaman-pengalaman penting Nabi Muhammad SAW

ketika berumur 12 tahun,Nabi Muhammad SAW. Mengikuti pamannya Abu Thalib ke syam untuk berdagang.
Sebelum sampai kota Syam, baru sampai Bushra. Bertemulah Kafilah Abu Thalib ini
dengan seorang pendeta Nasrani yang Alim bernama,”Buhaira” namanya. Pendeta itu
melihat-lihat tanda-tanda kenabian Nabi SAW. Maka di nasehatilah Abu Thalib
agar membawa keponakannya ke mekah, sebab dia khawatir kalau-kalau nabi
Muhammad di temukan oleh seorang pendeta Yahudi yang pasti akan menganiayanya.
Abu Thalib segera menyelesaikan dagangannya dan kembali ke mekah.

Nabi muhammad Saw, menggembala kambing ; kambing
keluarga dan kambing penduduk mekah lain yang telah di percayakan kepadanya.
Pekerjaan menggembala kambing itu membuahkan didikan yang amat baik pada diri
Nabi,karena pekerjaan ini memerlukan keuletan,kesabaran dan ketenangan serta
ketentraman dalam tindakan.

Di waktu Nabi SAW berumur 15 tahun terjadilah
peristiwa yang bersejarah bagi penduduk kota mekah, yaitu kejadian peperangan
antara suku Quraisy dan Kinanah di satu pihak, dalam suku Qais ’Ailan di satu
pihak nabi Muhammad SAW ikut berperan
aktif dalam peperangan ini memberikan bantuan kepada paman-pamannya dengan
menyediakan keperluan peperangan.

Peperangan ini terjadi di daerah suci pada
bulan-bulan Suci pula yaitu pada bulan Zulqaedah. Menurut pandangan bangsa Arab
peristiwa itu adalah pelanggaran terhadap kesucian. Karena
melanggar kesucian karena di larang
berkelahi menumpahkan darah. Oleh karena itu di namakan Harbul Fijar yang artinya
perang yang memecahkan kesucian.

Semenjak wafatnya Abdul Muththalib ,kota mekah
mengalami kemerosotan. Ketertiban
kota mekah tidak terjaga. Keamanan harta benda,pribadi tidak mendapat jaminan.
Akhirnya timbulah kesadaran di kalangan pemuka Quraisy untuk memulihkan kembali
ketertiban kota mekah itu. Maka di kumpulkannya pemuka dari Bani Hasyim, Bani
Muththalib, Bani Asad bin ’Uzza, Bani Zuhrah bin kilab dan Bani Tamim bin
Murrah. Dalam pertemuan ini pemimpin Quraisy mengikat sumpah ; ’bahwa tidak
seorang punyang akan menganiaya lagi kota mekah ini baik penduduknya sendiri
ataupun orang lain. Brang siapa yang
teraniaya, dia harus di bela sama-sama. Demikianlah isi sumpah tersebut di
catat dalam sejarah Halfulfudhul. Nabi muhammad Saw sendiri
mengatakan sesudah menjadi Rasul bahwa dia menyaksikan pertemuan itu di rumah
Abdullah bin Juda’an , di waktu berusia belasan tahun.

Hasil pertemuan itu membawa perubahan yang baik
bagi kota mekah, hingga kota ini aman sekali. Selanjutnya memegang peranan
penting dalam sejarah perkembangan Arab.

Nabi SaW terkenal dengan orang yang jujur, maka
seorang janda kaya ray ybernama Siti hadijah mempercayai beliau untuk membawa
barang dagangan ke Syam. Dalam perjalanan ke Syam ini, beliau di temani oleh
seorang Bujang bernama Maisarah. Setelah selesai menjual belikan barang
dagangan ke Syam itu tidak mep\mperoleh laba yang tidak sedikit , maka
merekapun kembali ke mekah.

Sesudah pulang dari syam, datanglah lamaran dari pihak Siti Khadijah
kepada beliau ,lalu menyampaikan lamaran itu kepada pamannyaaa, pada waktu itu
nabi SAW berumur 25 tahun dan Siti Khadijah 40 tahun.

Perkawinan ini telah memberikan ketenangan dan
ketentraman . muhammad telah medapatkan cinta kasih yang tulus dari seorang
perempuan yang setia. Nama nabi Muhammad
tambah populer di kalangan mekah, sesudah beliau mendamaikan pemuka Quraisy
dalam sengketa mereka memperbaharui bentuk Ka’bah . pada permulaannya mereka
nampak bersatu dan bergotong royong mengerjakan pembaharuan Ka’bah tersebut.
Tetapi ketika sampai peletakan BATU HITAM ( Al-hajarul Aswad ) ke tempat
asalnya, terjadilah perselisihan sengit antara pemuka-pemuka Quraisy itu.
Mereka masing-masing berhak untuk mengembalikan batu suci tersebut. Pada saat kritis tersebut, maka datanglah
nabi Muhammad SAW dengan usulnya yang segera di setujui mereka ; maka di
mintalh sehelai kain, lalu di hamparkannya dan Al- Hajarul Aswad di letakannya
di tengah kain itu. Kemudian di suruhnya tiap-tiap pemuka golongan Quraisy
bersama-sama mengangkat tepi kain tersebut ke tempat asal. Ketika sampai ke tempat suci itu di
letakannya sendiri ke tempatnya. Kejadian ini usia Nabi SAW 35 tahun.



5. Akhlak Nabi muhammad SAW dari masa
kanak-kanak hingga dewasa

Dala perjalanan hidupnya sejak masih kanak-kanak
hingga dewasa dan sampai beliau diangkat menjadi Rasul, beliau terkenal sebagai
seorang yang Jujur,berbudi luhur dan mempunyai kepribadian yang tinggi . tak
ada sesuatu perbuatan atau tingkah laku dan perbuatan kebanyakan pemuda Quraisy
yang gemar foya-foya dan mabuk-mabukan itu. Karena demikian Jujurnya maka di
beri julukan ”Al-Amin” artinya dapat di percayai.

Ahli
sejarah menuturkan ,bahwa Nabi Muhammad SAW sejak kecil hingga dewasa tidak
pernah menyembah berhala, dan tidak pernah pula makan daging hewan yang di
sembelih untuk korban-korban berhala seperti lazimnya orang Arab Jahilliah pada
waktu itu. Ia sangat benci skali kepada berhala dan menjauhkan dirinya dari
keramaiandan upacara pemujaan kepada berhala itu.

Untuk
menutupi keperluan hidupnya ,dia berusaha mencari nafkah ,karena kedua orang
tuanya tidak meninggalkan warisan kepadanya yang cukup. Sesudah dia menikah dengan khadijah dia berserikat dengan isterinya itu
dalam berdagang dan yang lain.

Sebagai manusia yang bakal mendapat bimbingan umat
manusia . nabi Muhammad SAW memiliki bakat-bakat dan kemampuan jiwa yang besar
kecerdasan pikiran nya,ketajaman otaknya, kehalusan perasaannya, kekuatan
ingatannya, kecepatan tanggapannya, kekerasan kemauannya . segala engalaman
hidupnya mendapatkan pengolahan yang sempurna dalam jiwanya. Dia menbgetahui
babak-babak sejarah negeerinya , kesedihan masyarakat dan keruntuhan agama
bangsanya. Pemandangan itu tidak dapat hilang dari ingatannya.

Dia mulai ”menyiapkan diri” (bertahannust) untuk
mendapatkan pemusatan jiwanya yang lebih sempurna maka di pilihlah Gua kecil
yang bernama ”Gua Hiro” yang terletak
pada sebuah bukit yang bernama ”Jabal Nur”(Bukit cahaya) yang terletak
kira-kira dua atau tiga mil sebelah utara kota mekah.

Walaupun Nabi Muhammad SAW dengan segala
pikirannya yang jernih itu berusaha merenungkan tentang pencipta alam raya ini,
namun sebelum kenabiaanya dia tidak lah samapi kepada hakikat penciptanya,
sebagaimana di isyaratkan oleh Alloh SWT dalam al-Qura’an AS-Syuuura ;52



”dan
begitulah kami wahyukan kepadamu suatu
Ruh (Al-Quran) dan perintah kami; kamu belumpernah mengetahui apakah kitab, dan
apakah iman…..”



F. Muhammad menjadi Rasul

Ketika menginjak usia empat puluh tahun, muhammad
SAW. Lebih banyak mengerjakan tahannuts daripada waktu-waktu sebelumnya. Pada
bulan Ramadhan dibawanya perbekalan lebih lama dari pada waktu-waktu
sebelumnya, dalam bertahannuts kadang-kadang beliau bermimpi, mimpi yang benar
( ’Arru’ yaa ashshaadiqah) pada malam 17 Ramadhan ,bertepatan dengan 6 agustus
tahun 610 Masehi, di waktu Nabi Muhammad SAW sedang bertahannuts di Gua Hira’ datanglah
malaikat Jibril membawa Tulisan dan menyuruh Nabi Muhammad SAW untuk
membacanya;”Bcalah”. Dengan terperanjat Muhammad SAW menjawab;” aku tidak dapa
membaca” . lalu di rengkuh beberapa kali oleh Malaikat Jibril,sehingga dadanya
sesak,lalu di lepaskan olehnya seraya di suruhnya membaca sekali
lagi;”Bacalah”. Tetapi Muhammad SAW masihtetap menjawab;” aku tidak dapat
membaca”. Begitulah sampai berulang kali ,dan akhirnya Muhammad Saw berkata”Apa
yang ku baca”,kata Jibril :

”Bacalah
dengan nama tuhanmu yang menjadikan. Yang menjadikan manusia dari segumpal
darah. Bacalah, dan Tuhanmu teramat mulia . yang mengajarkan dengan pena(tulis
baca). Mengajarkan kepada manusia apa yang tidak di ketahuinya. QS(96) Al-’Alaq
: 1-5



Inilah wahyu yang pertama kali di turunkan oleh
Alloh SWT. Kepada Nabi muhammad SAW .
dan inilah pula saat penobatan beliau sebagai Rasululloh atau utusan Alloh
kepada seluruh umat manusia , untuk mennyampaikan Risalahnya.

Pada saat menerima pengangkatan menjadi Rasul ini,
umur beliuan mencapai 40 tahun 6 bulan 8 hari. Menurut tahun bulan (Qamariyah)
atau 39 tahun 3 bulan 8 hari menurut tahun matahari (syamsiyah).

Setelah menerima wahyu itu beliau pulang ke rumah
dengan tubuh Gemetar, sehingga minta di selimuti oleh khadijah. Setelah agak
reda cemasnya, maka di ceritakannya kepada isterinya segala yang terjadi pada
dirinya dengan perasaan cemas dan khawatir. Tetapi isteri yang bijaksan itu pun
sedikitnya tidak memperlihatkan kekhawatiran dan kecemasan hatinya,bahkan
dengan khidmat ia menatap mukanya ,seraya berkata;” Bergembiralah hai Anak
pamanku, tetapkanlah hatimu , demi tuhan yang jiwa Khadijah di dalam tangannya,
saya harap engkaulah yang akan menjadi Nabi umat kita ini. Alloh tidak
mengecewakan engkau; bukankah engkau yang senantiasa berkata benar yang selalu
menghubungkan tali silaturahmi,bukankah engkau yang senantiasa menolong anak
Yatim,memuliakan tamu dan menolong setiap orang yang di timpa kemalangan dan
kesengsaraan ?” Demikianlah Siti Khadijah menentramkan hati suaminya.

Karena terlampau payah setelah mengalami peristiwa
besar, maka tertidurlah. Sementara itu Siti Khadijah pergi ke rumah anak
pamannya Waraqah bin naufal ,seorang
yang tidak penyembah berhala ,telah lama memeluk agama Nasrani dan dapat
menulis dengan Bahsa Ibrany, telah mempelajari dan dapat menulis bahasa Ibrany,
telah mempelajari serta menyalin ke bahasa Arab isi kitab Injil dan Tauret,
usianya sudah lanjut dan matanya telah Buta, lalu di ceritakannya oleh Siti
Khadijah apa yang terjadi atas diri suaminya.

Demi di dengarnya cerita Khadijah itu lalu
berkata:”””Quddus, quddus,demi tuhan yang jiwa Waraqah di dalam tangannya, jika
engkau membenarkan aku Khadijah, sesungguh nya akan menjadi Nabi bagi Ummat
kita ini, dan katakanlah kepadanya hendaklah ia tetap tenang!!”

Sitti Khadijah kembali ke rumahnya lalu
menceritakan kepada apa-apa yang di katakan Waraqah Bing Naufal kepada
Rasulullohdengan kata-kata yang lemah lembut.

Di dalam kitab Tarikh di riwayatkan , bahwa
setelah badanNabi Muhammad SAW keliahatan segar kembali dan telah sepeerti
sedia kala, suaranya berangsur tenang, maka Khadijah mengajak Nabi SAW untuk
pergi menemui Waraqah bin Naufal di rumahnya, dengan maksud hendak bertanya
lebih lanjut menegnai peristiwa yang telah menimpa dirinya sewaktu di Gua Hira itu.
Sesampainya di rumahnya’ beliau menyampaikan rasa penghormatan , kemudian
menanyakan maksud kedatangan Nabi dann Khadijah.

Setelah memperkenalkan diri dan menceritakan apa
yang baru saj adialaminya,Wraqah berkata :”Quddus, Quddus !! Hai Muhammad,anak
saudaraku,,,,,,, itu adalah Rahasia yang paling besar yang pernah di turunkan
Alloh kepada Nabi Musa AS. Wahai kiranya aku dapat menjadi muda dan kuat,
semoga aku masih tetap hidup, dapat melihat ketika kau di keluarkan(diusir)
kaummu”. Lalu Nabi pun bertanya:” apakah semua kaumku akan mengusirku?”waraqah
menjawab” yah. Semua orang yang datang membawa seperti apa yang engkau bawa
ini, mereka tetap memusuhi. Jikalau aku masih menjumpai hari ini dan waktu
engkau di musuhi itu, aku akan menolong engkau dengan sekuat-kuat tenagaku”.

Dengan keterangan waraqah itu, Nabi pun merasa
mendapatkan keterangan dan penjelasan
tentang peristiwa yang baru saja dialaminya itu. Juga Khadijah memegang teguh
akan keterangan –keterangan Waraqah itu, dan itulah yang di nanti-nantikan
selama ini, berita gembira tentang keangkatan suaminya menjadi Rasul.



* Peranan Khadijah di saat-saat Nabi uhammad SAW menerima
Wahyu

Siti Khadijah adalah masih
satu keturunan dengan Nabi Muhammad SAW yaitu bertemu di Qushai.

Jika diuraikan silsilah keturunan Nabi Muhammad SAW dan Siti Khadijah
adalah:

Khadijah Binti Khuwailid bin Asad bin abdul ’Uzza bin Qushai.

Jadi diantara isteri-isteri Nabi SAW. Khadijah lah yang paling dekat nasabnya dengan
beliau.

Siti Khadijah adalah
seorang Janda keturunan Bangsawan Quraisy . ia telah dua kali kawin,yang
pertama denga A’tieq bin ’Aabid Al-Makhzumy seorang laki-laki masih tergolong
keluarga bangsawan Quraisy.

Perkawinan Siti Khadijah
dengan Suaminya yang pertama ini tidak berlangsung lama, hanya menurunkan seorang
putri bernama Hindun,karena ’Atiq meninggal dunia. Kemudian Khadijah menikah
lagi dengan Nabasy Quraisy menurunkan 2 orang anak bernama Hindun dan Halal.
Tidak berlangsung lama,karena meninggal dunia.

Siti Khadijah mempunyai
pribadi yang luhur dan akhlak yang mulia. Kehidupannya sehari-hari senantiasa
memelihara kesucian dan martabat dirinya; ia jauhi adat istiadat masyarakatArab
yang kurang senonoh yang di miliki oleh wanita-wanita Arab pada waktu itu ,
sehingga ia memperoleh Gelar”At-Thahirah”””. Ia mempunyai pikiran yang tajam
,lapang –dada,kuat himmah dan tinggi cita-citanya. Ia suka menolong orang-orang
yang hidup dalam kekurangan dan sangat penyantun kepada orang-orang lemah. Di
samping itu adalah seorang wanita yang pandai berdagang. Perdagangannya tidak
di kerjakan oleh sendiri melainkan di bawa oleh beberapa orang kepercayaan nya
atau oleh orang yang sengaja membawa dagangannya ke negeri Syam dan lain-lain.

Meskiupn telah dua kali
kawin, tapi masih banyak laki-laki yang memajukan pinangannya untuk
mengambilnya menjadi isteri. Tetapi semua pinangan di yolak secara Halus
,sehingga laki-laki tidak merasa terhina atau tersinggung. Demikianlah
kebesaran Alloh dalam kadarnya . bahwa wanita pilihannya ini, yang akan menjadi
iseri utusan Alloh seorang utusan Alloh ,yang akan memperbaiki ahklak
kaumnya.dan mengangkat derajat kaaumnya yang bergelimang lumpur kekesasatan dan
kehinaan ke derajat yang lebih mulia.

Peranan Siti Khadijah :

1. siti
Khadijah kenal benar akan jiwa,pribadi serta akhlak suaminya( Muhammad )
sejak dari kecil , hingga dewasa dan kemudian menjdai suaminya, yang tidak
puas bahkan sangat tidak suka kepada adat-istiadat kaumnya meneymbah dan
mendewakan patung berhala. Demikian pula,ia sangat benci kepada kegemaran
kaumnya yang berjudi dan minuman keras serta melakukan perbuatan-perbuatan
di luar peri kemanusiaan seperti membunuh bayi perempuan mereka
hidup-hidup karena malu dan takut miskin.
2. Siti
Khadijah memberi suaminya kesempatan dan keleluasaan yang sebesar-besarnya
untuk memasuki kehidupan berfikir Nasrani , buat mencari hakiki yang benar
dan mutlak itu, dengan tidak usah fikir persoalan rumah tangga karena
semuanya telah diurus Siti Khadijah sendiri. Dan ketika suaminya bersunyi
diri di sediakannya perbekalan untuk tinggal beberapa hari dalam melakukan
tahannuts mencari kebenaran hakiki itu.
3. ketika
Muhammad dalam keraguan dan kebimbangan menghadapi kejadian-kejadian yang
di lihatnya dalam tidurnya (mimpi yang benar) Wahyu yang pertama, Siti
Khadijah selalu menghiburnya dan meyakinkan hati suaminya bahwa suaminya
akan menjadi seorang nabi SAW,dan akan mengangkat derajat kaumnya dari
lembah kehinaan dan kesesatan menuju ke derajat lebih mulia dan tidak
penah berdusta dan menyaiti hati orang lain, mustahil ia akan di ganggu
atau di goda oleh jin dan setan.
4. ketika
Nabi Muhammad SAW dalam kegelisahan dan kebingungan setelah menerima wahyu
yang pertama, Siti Khadijah menghibur dan meyakinkan hati suaminya bahwa
suaminya akan menjadi Nabi, dan akan mengangkat derajat kaumnya dari
lembah kehinaan dan kesesatan menuju ke derajat lebih mulia dan
kebahagiaan abadi . kemudian setelah hilang rasa keraguan dan kecemasan
suaminya pergilah ia ke Waraqoh bin Naufal menceritkan perihal yang
dialami oleh suaminya. Dan di tegaskan berdasarkan pengetahuannya dalam
kitab injil yang di pelajarinya, bahwa muhammad SAW menjadi nabi
5. ketika
suaminya menerima wahyu yang kedua dari Alloh berisi komando menyuruh
mulai bekerja dan berjuang menyiarkan agama Alloh dan mengajak kaumnya
kepada agama Tauhid , Siti Khadijah adalah wanita pertama yang mempercayai
suaminya adalah Rasululloh (utusan Alloh ) dan kemudian menyatakan
keislamannya tanpa Ragu dan bimbang sedikitpun.



Peranan Siti Khadijah sebagai isteri dan wanita pilihan yang memang telah
di tetapkan oleh Alloh dalam Qadar-nya ,adalah sangat benar sekali dalam usaha
suaminya selanjutnya menyeru dan mengajak kaumnya kepada agama Tauhid. Dan
meninggalkan agama berhala dan adat-istiadat jahiliyah.



G. Tugas Nabi Muhammad SAW

menurut riwayat, selama lebih kurang dari setengah
tahun lamanya sesudah menerima wahyu yang pertama, barulah Rasululloh menerima
wahyu yang kedua. Di kala menunggu-nunggu kedatangan wahyu itu kembali, Rasululloh di liputi rasa cemas ,dan
khawatir kalau wahyu itu putus, malahan hampir beliau berputus asa, akan teatpi
di tetapkan hatinya dan beliau terus bertahannuts sebagaimana biasa di Gua
Hira’. Tiba-tiba terdengarlah suara dari langit , beliau menengadah , tampaklah
malaikat Jibril AS sehingga beliau menggigil ketakutan dan segera pulang ke
rumahnya,. Kemudian memminta Siti Khadijah supaya menyelimutinya. Dalam keadaan
itu, datanglah malaikat Jibril menyampaikan wahyu yang berbunyi:

”Hai
orang yang berselimut; Bangun dan berilah peringatan! Besarkanlah (nama)
tuhanmu, bersihkanlah Pakaianmu, jauhilah perbuatan ma’siat, janganlah kamu
memberi ,karena hendak memperoleh yang lebih banyak. Dan hendaklah kamu bersabar untuk memenuhi perintah Tuhanmu.
(QS.(74) muddatstsir ;1-7)



Dengan
turunnya wahyu ini, maka jelaslah sudah apa yang harus beliau kerjakan dalam menyampaikan risalah_Nya, yaitu mengajak umat manusia menyembah
Alloh Yang maha Esa, yang tidak beranak dan tidak pula di peranakan serta tidak
ada sekutu baginya. Inilah permulaan komando berjuang menyiarkan Agama Alloh
kepada seluruh Umat manusia.



H. menyiarkan Agama Islam secara
sembunyi-sembunyi

Sesudah beliau menerima wahyu kedua ,mulailah
beliau secara bersembunyi-sembunyi menyeru keluarganya yang tinggal dalam satu
rumah dan sahabat-sahabatnya terdekat, seorang demi seorang, agar mereka
meninggalkan agama berhala dan hanya menyembah Alloh yang maha Esa. Maka yang
mula-mula iman kepadanya ialah isteri beliau sendiri Siti Khadijah, di susul
oleh putera pamannya yang masih amat muda
ali bin Abi Thalib dan Zaid Bin Harits ,budak beliau yang kemudian menjadi
anak angkat beliau.

Setelah itu
beliau menyeru Abu Bakar Siddiq, seorang sahabat karib yang selama ini telah
lama bergaul dan Abu Bakar pun segera beriman dan memeluk agama Islam.

Dengan perantaraan Abu Bakar, banyak orang –orang
yang memeluk agama Islam, antara lain ialah; Ustman bin ’Affan,Zubair bn Awwam,
Sa’ad bin Abi Waqqash, Abdurahman Bin ’Auf ,Thalhah Bin ’Ubaidillah, Abu
’Ubaidallah bin Jarrah, Aeqan bin Abil Arqam, Fatimah binti Khaththab
(adik Umar bin Khattab )beserta suamnina Said bin Zaid Al’Adawi dan beberapa
penduduk mekah lainnya dari kabilah Quraisy, mereka itu di beri gelar ”As-Saabi
quunal awwaluun” Artinya : oorang-orang yang terlebih dahulu yang pertama-tama
masuk agama Islam .

Mereka ini dapat gemblengan dan pelajaran tentang
Isla, oleh Rasulsendiri di tempat yang tersembunyi ialah di rumah Arqam bin
Abil Arqam dalam mekah.



I. Menyiarkan agama Islam secara terang -
terangan.

tiga tahun lamanya Rasululloh Saw melakukan
da’watul Afraad ini yaitu; ajakan masuk Islam seorang demi seorang secara
diam-diam dari satu rumah ke rumah orang lain.

Kemudian sesudah ini, turunlah firman Alloh surat
(15) Al-Hijr ;94 berbunyi :

Maka
jalankanlah apa yang telah di perintahkan kepadamu dan berpalinglah dari
orang-orang musyrik’.

Ayat ini memerintahkan kepada Rasul agar menyiarkan Islam dengan
terang-terangan dan meninggalkan cara sembunyi-sembunyi itu. Maka mulailah Nabi
SAW menyeru kaumnya secara umum di tempat-tempat terbuka untuk menyembah Alloh
dan mengesakannya. Pertama kali seruan (da’wah) yang bersifat umum ini beliau
tujukan kepada kerabatnya sendiri ,lalu kepada penduduk mekah pada umumnya yang
terdiri dari bermacam-macam lapisan masyarakat, baik golongan bangsawan ,
hartawan maupun hamba sahaya, kemudian ke pada kabilahkabilah Arab dari berbagai
daerah yang datang ke mekah untuk mengerjakan haji.

Dengan seruan yang bersifat umum dan
terang-terangan ini, maka Nabi SAW dan agama baru (Islam) yang di bawanya,
menjadi perhatian dan pembicaraan ramai di kalangan masyarakat kota mekah.

Pada
mulanya mereka menganggap gerakan nabi muhammad SAW itu adalah suatu gerakan
yang tidak mempunyai dasar dan tujuan dan hidup hanya sebentar saja. Oleh
karena itu sikap mereka terhadap Nabi acuh tak acuh dan merekamembiarkannya.
Gerakan Nabi Muhammad SAW semakin meluas dan pengikut-pengikutnya bertambah
banyak. Beliau juga mulai mengecam agama
berhala kaumnya dengan mencela sembahan mereka serta membodohkan pula nenek
moyang mereka yang menyembah berhala itu.



J. Reaksi orang Quraisy

Ketika orang-orang Quraisy melihat gerakan Islam
serta mendengar bahwa mereka dengan nenek moyang mereka di bodoh-bodohkan dan berhala –berhala
mereka di hina-hina , bangkitlah kemarahan mereka dan mulailah mereka
melancarkan permusuhan terhadap Nabi dan pengikutnya . banyaklah pengikut Nabi
yang di siksa di luar peri kemanusiaan, terutama sekali pengikut dari golongan
rendah. Terhadap Nabi sendiri, mereka tidak berani mlakukan gangguan badan,
karena beliau masih di lindung paman beliau Abu Thlib dan di samping itu pula
Nbi adalah keturunan Bany Hasyim yang mempunyai kedudukan dn martabat tinggi
dalam pandangan masyarakat Quraisy sehingga beliau di segani.

Pada suatu ketika datanglah beberapa pemuka –
pemuka Quraisy menemui Abu Thalib memina
dia menghentikan segala kegiatan Nabi Muhammad Saw dalam menyiarkan agam,a
Islam, dan jangan mengecam mereka , serta menghina nenek moyang mereka . tuntutan
beliau di tolak secara baik oleh Abu Thalib. Setelah mereka melihat para utusan
itu tidak memberi hasil, datanglah mereka kembali kepada Abu Thalib untuk
menyatakan bahwa mereka tidak dapat membiarkan tingkah laku Nabi Muhammad Saw. Itu
dan mereka mengajukan pilihan kepadanya ; menghentikan ucapan-ucapan Nabi SAW atau mereka sendiri yang akan melakukannya. Setelah Abu Thalib mendengar ketegasan
perutusan itu timbulah rasa kekuatiran akan terjadinya kekuatiran akan
terjadinya sesuatu kepada keponakannya.”Annakku! Sesungguhnya aku di jumpai
oleh pemimpin-pemimpin kaummu. Mereka mengatakan kepadaku supaya aku mecegah
kamu melakukan penyiaran Islam dan tidak mencela agama serta nenek moyang
mereka, maka jagalah diriku dan dan dirimu, janganlah aku di bebani dengan
sesuatu perkara di luar kesanggupanku”.

Mendengar
ucapan itu, Nabi Muhammad SAW mengira pamannya tidak bersedia lagi
melindunginya,lalu beliau berkata :



”Demi
Alloh wahai paman!! Sekiranyamereka meletakan matahari di sebelah kananku, dan
bulan di sebelah kiriku, denga maksud agar aku tinggalkan pekerjaan
ini(meneyeru mereka kepada agama Alloh ) sehingga ia tersiar(di muka bumi in)
atau aku akan binas karenanya, namun aku tidak akan menghentikan pekerjaan in”



Sesudah
mengucapkan kata-kata itu,Nabi Muhammad SAW berpalinh seraya menangis . ketika
berpalinh hendak pergi dari Abu Thalib memanggil :”Menghadaplah kemari anakku!”
nabipun kembali menghadap. Berkatalah pamannya:” pergilah dan katakan apa yang
kamu kehendaki, demi Alloh aku tidak akan menyerahkan kamu karena suatu alasan
slama=lamanya.”

Demikianlah tekad Abu
Thalib terhadap Nabi seterusnya, walaupun pemuka Quraisy berkali-kali membujuknya.
Dalam pada itu beliau menginsyafi pula kekompakan orang-orang Quraisy
menghadapi beliau . oleh karena itu beliau memperingati Bani Hasyim dan Bani
Muththalib agar tetap memelihara semangat-setia-keluarga, bahwa bilamana salah
seorang dari mereka teraniaya, maka seluruh keluarga harus bangkit serentak
membelanya . peringatan Abu Thalib pun di sambut dengan sungguh-sungguh, baik
yang sudah Islam maupun yang masih kafir.

Ada beberapa faktor yang
mendorong orang Quraisy menentang Islam dan kaum muslimin,ialah:

Pertama :persaingan berebut
kekuasaan., kabilah besar Quraisy sudah sejak pertama terdapat golongan-
golongan(keluarga besar) yang saling bersaing untuk merebut pengaruh dan
kekuasaan,tunduk kepada Muhammad menurut pendapat mereka , sama dengan tunduk
menyerahkan pimpinan atau kekuasaan kepada keluarga Muhammad. Bani Abdul
Muthalib. Mereka tak dapat membedakan antara kenabian dan kekuasaan.



Kedua : Ajaran persamaan hak dan derajat yang di bawa
Islam. Orang Quraisy memandang diri mereka adaah lebih mulia dan tinggi
dari golongan bangsa Arab lainnya. Tidak berbeda antara hamba sahaya dengan
tuannya, antara oraang berkulit putih dengan ornag berkulit hitam.

”…….sesungguhnya ornga
yang paling mulia di sisi Alloh ,ialah orang yang paling bertakwa………”(
surat(49) Al Hujarat;3)

Oleh sebab itu orang Quraisy enggan masuk Islam yang menurut mereka
menurunkan martabat diri dan kedudukan.



Ketiga : Takldi kepda nenek moyang. Segala adat istiadat , kepercayaankepercayaan
dan upacara keagamaan yang mereka dapati dari leluhur mereka .di terima dan di
pegangi secara membabi buta .



K. Hijarah ke (Habsyah ) Ethopia

Setelah orang quraisy merasa bahwa usaha mereka
untuk melunakan Abu Thalib tidak berhasil, maka mereka melancarkan
bermacam-macam gangguan dan penghinaan kepada Nabi SAW dan memperhebat siksaan
di luar peri- kemanusiaan terhadap pengikut nya. Akhirnya nabi tak tahanmelihat
penderitaan Sahabt-sahabatnya , lalu menganjurkan agar mereka hijrah ke
habsyah, karena Rasul mengetahui bahwa Raja Habsyah adil. Maka berangkatlah
rombongan pertama Rasul dari sepuluh orang dan empat orang perempuan. Kemudian
di susul oleh rombongan lain yang mencapai hampir seratus orang . dia ntaranya
Ustman bin affan beserta isterina Rukayyah (putera Nabi), Zuber bin Awwam.
Abdurahman bin Auf , Dja’far bin Abu Thalib dll. Peristiwa ini terjadi pada
tahun kelima sesudah Nabi mejdai Rasul.

Setibanya
di negeri Hasbyah mereka mendapat penerimaan dan perlindungan yang baik dari
Rajan ya.

Sementara
itu, rasululloh tatap tinggal di mekah, menyeru kaumnya ke dalam Islam walaupun
gangguan bertambah sengit . seorang demi seorang pengikut nabi bertambah .
berkat rahmat Alloh masuklah ke dalam agama Islam pada masa ini dua pemimpin
Quraisy yang sangat perkasa yakni : Hamzah bin Abdul Muththaalib dan Umar bin
Khattab.



L. Pemboikotan terhadap Bani Hasyim dan Bani
Muththalib

Quraisy mengadakan pertemuan dan mengambil keputusan
untuk melakukan pemboikotan terhadap Bnai Hasyi dan Muththalib ialah dengan
jalan memutuskan segala perhubungan : hubunbgan
perkawinan, jual beli, Ziarah menjiarahi dll. Keputusan mereka tulis dan di
gantungkan di ka’bah.

Dengan adanya pemboikotan
itu , maka Nabi SAW dan Bani Hasyim dan Bnai Muththalib menyingkir dan
menyelamatkan diri ke luar kota mekah. Mereka lebih dari dua tahunnya menderita
kemiskinan dan kesengsaraan . banyak juga di antara kaum Quraisy yang merasa
sedih akan nasib yang dialami keluarga Nabi Muhamad itu. Sengan sembunyi-
sembunyi pada waktu malam hari , meraka mengirim makanan dan keperluan lainnya
kepada kaum kerabat mereka yang terasing di luar kota itu. Akhirnya bangkitlah
beberapa pemuka Quraisy menghentikan
pemboikoan itu.



M. Nabi Muhammad mengalami tahun kesedihan



Belum lagi sembuh kepedihan
yang di rasakan Nabi Muhammad SAW akibat pemboikotan Itu, tibalah pula musibah
besar yang menimpa dirinya yaitu, wafatnya Paman Beliau Abu Thalib dalam usia
87 tahun dan tidak lama kemudian wafatlah isterinya Siti Khadijah . kedua macam
sejarah itu di sebut dengan ”Aamul Huzni”( tahun kesedihan ). Mereka telah
memeberikan bantuan kepada Nabi , baik Moril mapunu materiil. Abu Thalib adalah
orang yang amat berpengaruh dalam masyarakat ; dia merupakan perisai saat
memberikan perlindungan kepada Nabi Saw. Siti Khadijah, adalah seorang wanita
bangsawan dan Hartawan di kota Mekah; dia juga mempunyai pribadi dan pergaulan
yang baik dalam Masyarakat. Dia mampu menghidupkan kembali jiwa Nabi di saat
mengalami kesukaran, di korbankan Hartanya untuk perjuangan Nabi

Ketika
,merasa mekah bukan lagi sesuai menjadi tempat dakwah Islam, maka berpindahlah
beliau keluar kota mekah. Negeri yang di tuju adalah Tha-if daerah kabilah
tsaqif . beliau menjumpai pemuka-pemuka kabilah itu dan diajaknya mereka dalam
Islam . ajakan Nabi SAW itu di tolak mereka secara Ksar, di usir, di
sorak-soraki dan di kejar-kejar sambil di lempari dengan Batu . nabi terpaksa
kembali ke mekah menuju Baitullah . di situ beliau Thawaf dan sujud berdoa,
semoga Alloh mengampuni dosanya memberikan kekuatan kepadanya untuk melanjutkan
isalah Tuhannya. Sesudah itu barulah
beliau pulang ke rumah.



N. Nabi Muhammad SAW menjalani Isra’ dan
MI’raj



Alloh memerintahkan beliau untuk menjalani Isra’
Mi’raj dari mekah ke baitul Maqdis di paestina, terus naik ke langit ke tujuh
dan sidhratal Muntaha. Di
situlah beliau menerima perintah langsung dari Alloh tentang Shalat lima Waktu.
Hikmah Alloh meemrintahkan Isra’ dan Mi’raj adalah untuk menambah kekuatan iman
dan keyakinan beliau sebagai Rasul. Terjadi pada malam 27 Rajab tahun ke 11



O. Orang Yastrib masuk Islam

kabilah Arab dari segala penjuru Arab. Beliau bertemu dengan orang-orang Khazraj,
mereka ini sudah mengerti tentang ketuhanan dan kerap kali orang Yahudi ke negeri mereka , tentang akan lahirnya
seorang Nabi yang memeberikan Risalah-risalah dakwah, orang Khazraj masuk Islam
ini tidak lebih dari enam orang, tetapi mereka lah yang membuka lembaran baru

pada tahun kedua belas sesudah kenabian, datanglah
ke mekah di musim haji 12 orang laki-laki dan seorang wanita penduduk Yastrib.
Mereka menemui Rasul di Aqabah,di tempat inilah mereka mengadkan Ba’iat
(perjanjian) atas dasar islam nabi SAW., bahwa mereka tidak akan
mempersekutukan Alloh,tidak akan mencuri, berzina, membunuh
anak-anak.Fitnah dan tidak akan
mendurhakai Nabi saw.

Pada tahun ke 13 dari kenabian. Berangkatlah
serombongan kaum muslimin dari Yastrib ke mekah untuk mengerjakan haji. Mengundang mereka di ’Aqabah pada hari tasriq.
Sesudah selesai melakukan upacara haji, keluarlah ornag-orang Islam dari
perkemahan menuju ’Aqabah secara sembunyi sembunyi pada waktu tengah malam. Di
tempat itulah mereka berkumpul menunggu Nabi SAW/ jumlah mereka 73 orang
laki-laki dan 2 orang permepuan. Rasululloh pun datang di dampingi Abbas ,
paman beliau , yang di masa itu masih belum menganut Islam. Lalu Abbas
berkata:” Para Khazraj!! Kamu semua telah menegetahui bahwa Muhammad ini adalah
salah seorang di antara kaum kami . kami telah memelanya, sebab dia terhormat
dan terjaga di negeerinya.sekarang di ingin menyebelah dan menggabungkan diri
denga kamu, sekiranya kamu benar-benar bermaksud setia kepadanya dalam segala
hal, yang kamu lakukan kepadanya, dan kamu akan membelanya dari semua orang
yang menantangnya, dapatlah saya menyerahkan Muhammad kepada kamu, atas
pertanggung jawaban kamu sendiri. Akan tetapi sekiranya kamu akan menyerahkan
dari sekarangkepada musuh-musuh nya dan mengecewakannya, maka tinggalkanlah dia
dari sekarang” pembicaraan ini di jawab oleh Khazraj;” Telah kami dengar apa
yang kamu katakan , Ya Abbas. Maka cobalah Rasululooh sendiri berbicara. Maka
Rasul pun menjawab:”saya ingin mengambil perjanjian dari kamu semua, bahwa kamu
akan menjaga saya sebagai mana kamu menjaga keluargamudan anak mu
sendiri”kemudian berdirilah 12 orang pemuka Khazraj dan ’Aus dari penduduk
Yastrib dan berjanji akan membela Nabi , Aqabah kedua

Artikel Terkait:

0 komentar: